Selasa, 21 November 2017

PESONA MANCING PASIRAN : 400 Angler pasiran padati Pantai Pelangi Parangtritis

Sebanyak 400 pemancing pasiran memadati Pantai Pelangi Parangtritis Bantul mengikuti acara Pesona Mancing Pasiran dalam rangka HUT Ditpolairud ke 67 dan Pasiraner Jogja ke 7, Minggu (19/11)

Lomba mancing pasiran ini dibuka secara resmi oleh Kadinas Pariwisata Kabupaten Bantul Drs Kwintarto, dihadiri oleh Direktur Polairud Polda DIY Kombespol Mansjur,  SH SIK dan Kasubdit Bin ops Dit polairuda Polda DIY, AKBP Slamet Budiyono

Setelah diberikan waktu memancing selama 5 jam mulai pukul 7.30 hingga 12.30,  Juara I kategori ikan Sisik diraih oleh  Sdr Lothong berat ikan 1,170 kg jenis Ikan caru/Gt, Juara II Sdr Marsel berat ikan 0,875 kg Ikan caru/Gt, Juara III Sdr Muhadi dengan berat ikan 0,750 kg jenis ikan megan.

Sementara itu untuk Juara kategori ikan non sisik: Juara I Sdr Robet dari HRF (Handayani Rock Fishing)  berat ikan 0,810 kg jenis ikan Pari, dan Juara II Sdr Udin  berat ikan 0,740 kg jenis Ikan pari

Sebagai hadiah Juara 1 mendapatkan Joran Shimano swinhkaze 450 BXG + Uang pembinaan 750.000, Juara 2 Joran Shimano aerocast 405 cxt + Uang Pembinaan 600.000, Juara 3 Joran Shimano super Spinjoy 365 FX-t + uang pembinaan + 400.000, Juara Non sisik 1 Joran Seahawks shorecaster sc1403hs, Non sisik 2 Joran Awashima Prime Caster Apr3903.

Dalam pesona mancing pasiran ini juga diberikan hadiah dorprise utama berupa sepeda motor yg dimenangkan oleh Rudi Kristiono pemancing pasiran dari Kotagede. 

Ketua Panitia Imam Shofwan mengatakan kegiatan pesona mancing pasiran ini terselenggara berkat kerjasama  dengan Ditpolairud Polda DIY yang berulang tahun ke 67 sekaligus peringatan HUT Grup Pasiraner Jogja ke 7, serta dukungan dari berbagai grup mancing di Yogyakarta dan sekitarnya, tidak lupa panitia juga memohon maaf manakala ada kekurangan dalam penyelenggaraan pesona mancing pasiran sehingga tidak bisa memuaskan seluruh peserta. 

Selain memancing, dalam pesona mancing pasiran ini dilaksanakan juga pelepasan 20 ekor tukik / anak penyu oleh Direktur Polairud Polda DIY Kombespos Mansjur SH sebagai upaya membantu menjaga kelestarian penyu di pantai selatan, diharapan tukik yang dilepas ada yang bisa tumbuh menjadi penyu dewasa dan akan kembali lagi ke Pantai Pelangi ini untuk bertelur. (Hg)
 
 Suasana Lomba Mancing " Pesona Mancing Pasiran" di Pantai Pelangi Parangtritis Bantul
Photo : Dino Jogjangler

Para Juara berfoto bersama Panita dan DirPolairud Polda DIY, Kombespol Mansjur, SH, SIK
Photo : Dino Jogjangler
 



Jumat, 30 September 2016

JORAN PORA BREGODO PASIRANER JOGJA







Eratnya persahabatan antar pemancing dalam sebuah grup di media sosial memungkinkan munculnya ide-ide kreatif di dalamnya. Seperti halnya Grup Pasiraner Jogja, sebuah grup mancing yang anggotanya adalah pemancing-pemancing pantai atau lebih dikenal dengan sebutan pemancing pasiran selalu memunculkan ide kreatifnya dalam berkegiatan. Tidak hanya memancing bersama, Grup Pasiraner Jogja telah menciptakan tradisi baru manakala ada anggotanya yang melangsungkan pernikahannya yakni dengan mengadakan upacara Joranpora seperti upacara pedangpora dalam dunia militer.

Di dunia militer baik tentara atau polisi saat melangsungkan pernikahan khususnya perwira, ada satu upacara yang selalu dilakukan untuk memberikan penghormatan manakala seorang anggota melepas masa lajangnya sekaligus memperkenalkan pasangan dalam dunia militer.

Seakan tidak ingin kalah dalam penyambutan rekan pemancing yang melangsungkan pernikahannya, Bregada Pasiraner Jogja juga mengadakan Upacara yang seperti pedang pora namun gapura yang digunakan adalah senjata andalan para pemancing yaitu joran sehingga dinamakan "Joran Pora" pada saat saah satu rekan mereka Eko Prasetyo mengadakan resepsi pernikahannya dengan Angelina Intansari di Prebutan, Semin Gunung Kidul, Kamis (29/9)

Koordinator acara ini, Kinomen mengatakan Gapura Joran Pora & Pagar Kehormatan adalah suatu formasi yang memiliki bentuk berupa lorong joran, gapura joran dilaksanakan pada saat kedua mempelai pengantin akan melewati formasi tersebut. Gapura joran merupakan sebuah lambang penghormatan kepada kedua mempelai pengantin yang memasuki kehidupan berumah tangga.

Dari ide awal yang digulirkan ternyata mendapat sambutan yang meriah dari reka-rekan grup Pasiraner, sejumlah pemancing pasiran lengkap dengan senjata mereka joran panjang 420-450 cm dan keyakinan penuh membuat sebuah gapura joran lengkap dengan seragam kebesaran Grup Pasiraner dan perlengkapan mancing lainnya seperti topi serta sepatu mancing.

Eko Prasetyo dan Istrinya Angelina Intansari menganggap penyambutan rekan-rekan pasiraner ini merupakan sesuatu yang luar biasa dan sanggup memeriahkan resepsi pernikannya yang dianggapnya diadakan secara sederhana.

" Rekan-rekan Pasiraner Jogja ini luar biasa, berkat kalian acara yang biasa ini menjadi lebih istimewa, dan ini merupakan kenangan yang sangat indah, saya mewakili keluarga mengucapkan terimakasih atas partisipasinya dalam acara pernikahan saya keluarga sangat senang terharu kagum bahkan masih banyak perasaan2 yg bahkan tidak bisa diungkapkan dengan kata2 semoga panjenengan semua diberi keselamatan panjang umur sehingga di lain waktu kita bisa berkumpul di acara selanjutnya " Kata Eko Prasetyo.

Upacara Joranpora ini sudah berlangsung kedua kalinya, yang pertama berlangsung tahun lalu saat salah seorang anggota grup Pasiraner Jogja Gus Nanang Purwanto melangsungkan resepsi pernikahannya di Sleman. (Hg)

Senin, 29 Agustus 2016

LOMBA MANCING PASIRAN PANTAI KARANGWUNI KULON PROGO DIY

ZAMRONI STRIKE SEPEDA MOTOR MIO

 The Champions... !!! 
 
Mancing pasiran, salah satu teknik mancing laut dari pinggir pantai masih menjadi teknik favorit pemancing-pemancing dari Yogyakarta dan sekitarnya, terbukti sebanyak 600 lebih pemancing mengikuti Lomba Mancing Pasiran di Pantai Karangwuni, Kulon Progo Yogyakarta guna memperebutkan hadiah utama berupa Sepeda Motor Mio, Minggu (28/8).

Setelah memancing selama 5 jam mulai pukul 07.00 sd. 12.00, Pemancing pasiran yang beruntung dalam kesempatan ini adalah Zamroni dari Pleret Kulonprogo, menjadi juara pertama karena berhasil mendaratkan ikan caru / GT seberat 0,44 kg dan berhak membawa pulang Sepeda motor Mio dan Thropi bergilir dari Adipati Puro Pakualaman, KGPAA Paku Alam X.

Juara II diraih oleh Bp Sukron M dari Karangwuni dengan tangkapan ikan caru seberat 0,27 kg dengan hadiah thropi dari Ketua DPRD Kulon Progo dan sebuah Lemari Es, dan juara III diraih oleh Widodo dari Yogyakarta dengan perolehan ikan caru seberat 0,24 kg dengan hadiah thropi dan LCD TV.

Sementara itu, untuk kategori ikan non sisik, juara I diraih oleh Sutriono dengan perolehan ikan Pari seberat 6,7 kg dengan hadiah sepeda gunung, juara II Mbah Sarjo dengan perolehan IKan pari seberat 2,6 kg dengan hadiah tablet handphone dan juara III Irfan dengan tangkapan ikan pari seberat 1,67 kg dengan hadiah DVD Player.

Lomba mancing pasiran ini diadakan oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Adikarto Manunggal Kulon Progo, diikuti pemancing dari berbagai wilayah yakni Kulon Progo, Yogyakarta, Sleman, Bantul, Magelang, Purworejo, Kutoarjo, Kebumen, bahkan dari Semarang dan Ciamis dengan total hadiah mencapai Rp 25 juta.

Pengurus Pokdarwis Adikarto Manunggal, Karwa Azis Purwanto, menjelaskan, lomba ini diadakan guna memeriahkan HUT RI ke-71. Selain itu perlombaan ini digelar guna mempromosikan obyek wisata Pantai Karangwuni yang berada dekat dengan Pelabuhan Tanjung Adikarto.

“ Kita akan optimalkan potensi Pantai Karangwuni ini, salah satunya dengan lomba mancing pantai, diharapkan pantai ini semakin ramai dan menjadi tujuan wisata di Kulon Progo bersamaan dengan dikembangkannya Pelabuhan Adikarto, lomba mancing pasiran ini juga akan dijadikan event tahunan ” Kata Aziz Purwanto.

Ditambahkan oleh Aziz Purwanto, secara umum jalannya lomba berjalan dengan tertib, pemancing pasiran sangat mematuhi tata tertib yang berlaku, panitia pengawas juga bekerja dengan baik sehingga meminimalkan kecurangan yang mungkin terjadi.

“Jalanya lomba berlangsung dengan baik, pengawas lomba di masing-masing pos pantau telah bekerja dengan baik, salah satunya yakni tidak menerima timbangan ikan yang didapatkan sebelum waktu memancing ditentukan yakni jam 7 pagi,” tambahnya.

Pada kesempatan ini panitia juga memohon maaf manakala ada kekurang sempurnaan yang terjadi selama berlangsungnya lomba mancing pasiran di Pantai Karangwuni dan akan menjadikan sebagai bahan evaluasi guna pelaksanaan lomba mancing berikutnya. (hg)

 Ratusan pemancing pasiran menanti strike... !!! 

Berderet menunggu strikeee,,, !!! 

Hasil pancingan.. ikan sisik dan non sisik .!!
 

Rabu, 25 Maret 2015

HAMPALA CATCH AND RELEASE TOURNAMENT V

850 HAMPALA BERHASIL DIRILIS KEMBALI..  !! 

 Para juara Hampala Catch And Release Tournament V dan panitia



Perhelatan turnament casting – fly fishing dengan target ikan hampala /sebarau/ palung (hampala macrolepidota) yang bertajuk Hampala Catch And Reletase Tourament V 2014 telah berhasil menorehkan rekor baru yang sangat membanggakan, sebanyak 850 ekor ikan hampala berhasil dirilis kembali oleh para angler peserta turnament yang dilaksanakan sepanjang bulan Agustus – Desember 2014 lalu di seluruh wilayah P. Jawa.

Turnament CnR yang digagas oleh Hampala Catch and Release Club ini diikuti oleh angler dari berbagai daerah yakni Yogyakarta, Purworejo, Purwokerto, Solo, Magelang, Semarang, Purbalingga, Kebumen, Surabaya  dan berbagai kota lainnya. Mempertandingkan tiga kategori yakni kategori terbanyak, kategori terbesar dan kategori fly fishing.

Penyerahan hadiah kepada para pemenang Hampala Catch And Release Tournament V telah dilaksanakan pada acara Gathering member Hampala Catch and Release di Pavajo Resto Jl Parangtritis Yogyakarta, Minggu 1 Februari 2015 lalu dihadiri oleh 110 angler dari berbagai kota.

Pada penyelenggaraan Turnament CnR tahun ini, pemenang kategori terbanyak diraih oleh Endri Wirsa dengan 187 ekor ikan dirilis, disusul oleh Afrian Overcast 105 ekor rilis, Febri Rama Wijaya 65 ekor rilis, Yohanes Septian 61 ekor rilis, Arief Ikhwan Wicaksana 45 ekor rilis dan Daniel Megahadinata Lumening 41 ekor rilis.

Untuk kategori terberat (diukur berdasarkan panjang ikan) juara I diraih oleh Azis N Pupu dari Magelang dengan merilis hampala sepanjang 55 cm, Juara II Yafo Chrisna dengan rilis ikan sepanjang 52 cm, Juara III Hans Nak dengan  rilis hampala 50 cm dan Juara IV Apriz Sahabatmu dengan rilis ikan hampala sepanjang 47 cm.

Sedangkan kategori fly fishing dimenangkan oleh Nirman Ever After dengan rilis hampala sebanyak 156 ekor.

Ketua Panitia Pelaksana, Arif Novrizal mengatakan jumlah release ikan hampala dari tahun ke tahun yang semakin meningkat menunjukkan bahwa turnament ini sangat didukung oleh angler-angler yang peduli dengan kelestarian ikan hampala.

“ Data pada panitia menunjukkan banyak sekali peningkatan jumlah release ikan dibanding tahun lalu, tahun ini dirilis lebih dari 850 ekor sementara tahun lalu sekitar 350, ini menunjukkan bahwa semakin banyak angler yang peduli dengan kelestarian ikan hampala di sungai-sungai di Pulau Jawa ini” Kata Arif Novrizal.

Penggagas Acara Anung Tea menjelaskan, Turnament Catch And Release hampala ini dilaksanakan sebagai usaha Pelestarian Populasi Hampala di Pulau Jawa Demi Keberlangsungan Populasi Hampala di Pulau Jawa Serta Usaha Untuk Mendukung Kegiatan Sportfishing di Indonesia.

Mekanisme turnament dilaksanakan dengan mewajibkan angler  mengirim video pada saat Catch And Release ikan hampala ke sebuah grup di jejaring social yakni grup Hampala Catch And Release Club yang selanjutnya di sah kan oleh dua orang dewan juri. 

Setelah video catch and release disahkan oleh dewan yuri kemudian didata oleh administrator baik yang maupun tidak sah sehingga diperoleh peringkat terbaik CnR baik kategori terbayak, terbesar maupun fly fishing.

Sebagai penghargaan kepada pahlawan-pahlawan CnR, panitia memberikan hadiah untuk Kategori  Terbanyak ( satuan ekor ): Juara 1 Rod Shimano Bastera + Lure XDP + Rapala Ratle + Piala, Juara 2 Reel Shimano Siena + Lure XDP + Rapala Ratle + Piala, Juara 3 Baju Mancing + Lure XDP + Rapala Ratle + Piala, Juara 4 Kaos Mancing + Lure XDP, Juara 5 Kaos Mancing + Lure XDP, Juara 6 Kaos Mancing + Lure XDP

Hadiah untuk Kategori Terbesar ( satuan panjang ): Juara 1 Fly Rod + Lure XDP + Rapala Ratle + Piala , Juara 2 Reel Daiwa + Lure XDP + Rapala Ratle + Piala, Juara 3 Baju Mancing + Lure XDP + Piala Kategori  Fly Fishing Jacknyoot! ( Terbanyak ):  Fly Tackle Combo : GSN Bamboo Fly Rod + Fly Reel

Selain acara penyerahan Hadiah kepada para pemenang Hampala Catch And Release Tournament V, pada saat gathering  member HCNR club tersebut juga dimeriahkan dengan mancing bersama dengan target ikan wader sebagai bagian dari Cafe Waderan Gathering yang diprakarsai oleh Mas Dino Jogjangler serta mancing bebas di kolam Pavajo dengan hadiah reel spinning.

Sebagai salah satu bentuk kepedulian terhadap kelestarian ikan lokal, panitia juga melaksanakan acara Tebar Benih ikan lokal di Salah satu sungai di dekat lokasi acara, ikan lokal yang ditebar adalah ikan melem, ikan tawes, ikan tombro dll, benih ikan disumbang oleh H Bisry Zaeni dari Grup Mancing Maniac.

Atas terselenggaranya Hampala Catch And Release Turnament V 2014  ini Panitia mengucapkan terimakasih kepada seluruh sponsor yakni Sponsor : Zen Ahyar, Abe CD,  Lure XDP,  Arif Novrizal, Dino Jogjangler,  Dionisius Hageng,   Rusdy Ordero,  Gesit S Nugroho,  Anung Wibowo,  Aris "Rumah Grafis Yogya" Witjaksono. (hg)

Salam Lestari.. Release Demi Bumi... !!!!

Pemenang Kategori Terbanyak

1. Endri Wirsa 187 ekor released
2. Afrian Overcast 105 ekor released
3. Febri Rama Wijaya 65 ekor released
4. Yohanes Septian 61 ekor released
5. Arief ikwan Wicaksono 45 ekor released
6. Daniel Megahadinata L 38 ekor released

Pemenang Kategori Terbesar

1. Azis Na Pupu Hampala sepanjang 55 cm
2. Yafo Chrisna Hampala sepanjang 52 cm
3. Hans Nak Hampala sepajang 50 cm
4. Apriz Sahabatmu Hampala sepanajang 47 cm

Pemenang Kategori Fly Fishing :

1. Nirman Ever After 156 ekor released

Foto -foto :

Juara kategori terberat 

Juara Kategori terbanyak 

Upacara tebar benih ikan lokal disalah satu sungai di wilayah Bantul Yogyakarta menjadi bagian dari kegaitan Gathering Hampala Catch And Release Club 

Ikan-ikan lokal sumbangan dari Bapak H Bisri Zaeny (Mancing Maniac) siap diterbarkan di sungai

Mohon ijin saya nampang dengan hadiah-hadiah dan dooprise sumbangan dari banyak sponsor yang mendukung acara Hampala Catch And Release Tournament V ini... 

Seluruh peserta Gathering Hampala Cacth and Release Club Gathering, 
datang dari berbagai kota.


NB : Tulisan ini sudah dimuat di Majalah Berita Mancing edisi Maret 2014. 

Kamis, 29 Januari 2015

Toko Pancing di Jogja

1. Toko Pancing Sinar Mulia, Jl. Gejayan CTX/39 Yogya, 0274 – 564452.
2. Toko Pancing Pringgolayan, Jl. SelokanMataram 08157901899.
3. Toko Kings Sport, Jl. Colombo 6C Samirono(depan UNY), 0274 – 2168906.

4. Toko Pancing Samudra, Jl. Jend. Sudirman(timur Tugu), 0274 – 512662.
5. Toko Pancing Mino, Jl. Ketandan Wetan No.23, 0274 – 515580.
6. Toko Pancing Go Fishing, Jl. Brigjend.Katamso No. 20 A, 0274 – 373893.
7. Toko Pancing Satria, Jl. Tilarso No. 2, 0274– 513190.
8. Toko Pancing Wasiyo, Jl. Kaliurang Km 8,2Prujakan.
9. Toko Pancing Dzaki, Jl. Magelang Wadas,Tridadi, Sleman, 0274 – 865306.
10. Toko Aneka Sport, Jl. Godean Km 6(perempatan Ringroad), 0274 – 3008484.
11. Toko Pancing Muara, Jl. Wates Km 4 PelemGurih, 0274 – 581728.
12. Toko Pancing Setia, Jl. Bantul 132 (utaraPASTY), 0274 – 386326.
13. Toko Pancing Si Noor, Jl. GedongkuningSelatan No. 172, 0274- 6535454.
14. Toko Aneka Sport, utara Pasar Bantul, 0274– 367402.
15. Toko Zaki, Jl. Wonosari Km 9,6 Pasar Paing,085725961984.

Kamis, 28 November 2013

2nd INDONESIAN FLY FISHING TOURNAMENT- Juara I Fly Fishing Gratis ke Sabah Malaysia-


Setelah sukses pada penyelenggaraan pertama pada bulan Desember tahun 2012 lalu, perhelatan Indonesian Fly Tournament yang ke dua kembali dilaksanakan, masih di lokasi yang sama yakni di Waduk Kedungombo, Solo. Namun untuk spot mengalami perubahan dipilih lokasi yang lebih menjanjikan dengan keberadaan ikan target yakni Ndolmo atau Five Spotted General (Hemicromis Elongatus) yang lebih melimpah sehingga perolehan hasil mancing peserta juga meningkat tajam.

Turnament Fly Fishing ini diikuti oleh 50 fly fisher dari berbagai daerah baik yang tergabung dalam klub maupun perseorangan yakni East Java Fly Fising (EJFF), Jogja Fly Fishing (JFF), Jakarta Fly Fishing Club (JFFC) , Thole Angler Jogja , Kaipang Semarang, Anung Tea (Jogja/Osaka-Japan), serta rekan-rekan dari Lampung dan Purwokerto.

Dalam Indonesian Fly Fishing Tournement ke dua ini, Aryanto Putra seorang fly fisher muda asal Kota Pekalongan yang tinggal di Salatiga meraih juara pertama dengan perolehan 37 ikan Ndolmo dan berhak atas hadiah utama yakni Tour Fly fishing gratis ke Sabah Malaysia. Hadiah ini merupakan sumbangan dari sesepuh fly fishing Indonesia yakni Lim Hock Jin asal Jakarta.

Sementara itu juara kedua diraih oleh fly fisher Yogyakarta, Dhian Indriyanto dengan hasil tangkapan 32 ekor ikan ndolmo dan berhak atas hadiah Gesit bamboo fly fishing set + reel sumbangan Fly Fisher Solo Zen Ahyar. Sedangkan juara III diraih oleh Andhy Subiyantoro dengan perolehan 29 ekor ikan ndolmo dan mendapatkan alat fly tying dari panitia.
Menurut salah seorang Panitia, Ivan Gunadi, Perkembangan Fly Fishing di Indonesia belakangan ini meningkat cukup signifikan , tidak hanya rekan-rekan di perkotaan saja, bahkan sudah masuk di daerah-daerah. Peningkatan ini termonitor dari banyaknya user social media (dalam hal ini Facebook) yang meminati Fly Fishing sehingga turnament ini kembali dilaksanakan untuk mengumpulkan fly fisher yang ada.

“Dari sini lah timbul keinginan untuk dapat mengumpulkan rekan-rekan Fly Fisho yang ada, dan tujuan awal kami tidak muluk-muluk hanya ingin mengumpulkan rekan-rekan di seputaran Jogja, Solo, Semarang (JOGLOSEMAR) khusus nya dan yang ada di Pulau Jawa pada umum nya. Yang penting kumpul” Kata Ivan Gunadi mewakili panitia

Dan pada turnamen tahun ini yang baru saja berlangsung pada tanggal 17 November 2013 yang diikuti sekitar 50 peserta, tetap menggunakan format asli: Turnamen kecil-kecilan dan sederhana juga tidak menggunakan aturan yg rumit dan di laksanakan secara gotong royong. Perbedaan nya dgn tahun lalu adalah kali ini antusias peserta ternyata sangat-sangat meriah, ini terlihat dari daftar peserta yang sudah bukan lagi dari JOGLOSEMAR saja, tetapi sudah meliputi Jawa Timur , DKI Jakarta, Jawa Barat dan Lampung.

“Kami yakin bahwa tanpa dukungan rekan-rekan semua, turnamen ini tidak akan dapat berlangsung meriah seperti hari Minggu kemarin. Turnamen kedua kali ini jauh lebih meriah dari turnamen yang pertama” tambahnya.

Dalam pelaksanaan nya juga tercatat peningkatan di berbagai faktor dibanding tahun lalu. yakni : 1) Jumlah peserta yang meningkat banyak, bisa dikatakan 2 kali lipat dari tahun kemarin. 2) Hasil tangkapan yang jauh melebihi perkiraan kami. 3) Pelaksanaan lomba yang jauh lebih tepat waktu, tahun kemarin dimulai terlalu siang, kali ini hanya mundur sekitar 1jam dari waktu yang di jadwal kan, itu pun hanya karena terkendala lalu lintas menuju spot yang cukup padat sehingga memaksa beberapa kendaraan peserta tertinggal jauh dibelakang, sehingga rombongan terdepan harus menunggu beberapa saat. 4) Hadiah dan doorprize yang semakin banyak dan meriah.


Selain peningkatan seperti yang tersebut diatas, Panita menyatakan tentunya juga ada beberapa kekurangan lain yang telah kami catat dan akan kami evaluasi. Dan hasil kesemuanya (baik peningkatan dan kekurangan) akan di jadikan acuan untuk turnamen berikut nya supaya dapat terlaksana lebih baik lagi.

“Turnamen kali ini adalah prestasi untuk semua Fly Fisher di Indonesia, bukan cuma hanya kami sebagai panitia. Prestasi ini milik semua!! Ya.. Semuaa..!! Karena tanpa rekan-rekan semua, kami ber empat ini tidak akan mungkin dapat melaksanakan turnamen ini.” tandasnya.

Panitia juga berharap tahun depan turnamen dapat di ikuti lebih banyak lagi peserta dari berbagai propinsi dan tentu nya juga hadiah - hadiah yang lebih meriah lagi. Ini adalah target kerja keras panitia untuk penyelenggaraan tahun depan. Tak ada gading yang tidak retak, kami selaku panitia mohon maaf sebesar-besar nya atas segala kekurangan, kesalahan dan keteledoran kami dalam melaksanakan event ini serta dalam melayani rekan-rekan semua mulai dari tiba di Solo hingga selesai nya acara.

Tidak lupa panitia yang hanya terdiri dari empat fly fisher yakni Lilik, Zen Ahyar, Danny Saputra, Ivan Gunadi selaku panitia 2nd Indonesian Fly Fishing Tournament ( 5 Star General fish a.k.a Ndolmo Fly Fishing Tournament ) mengucapkan banyak terimakasih yang sebesar-besar nya kepada para sponsor : Lim Hock Jin , Fajar Setyawan, Sandi Indrawan, Hendra Canno, Nico Prasetyo, Irawan Nurgroho, Fredy Hartono.

Dibawah ini adalah daftar 10 besar peserta 2nd IFFT WKO 17 November 2013 :

1. Arianto Putra ( PKL ) dgn hasil tangkapan 37 ekor. Pattern : Gurgler
2. Dhian Indriyanto ( JOG ) dgn hasil tangkapan 32 ekor. Pattern : Spoon
3. Andy Wonosh ( JOG ) dgn hasil tangkapan 29 ekor. Pattern : Spoon
4. Arif Novrizal ( JOG ) dgn hasil tangkapan 24 ekor. Pattern : Charlie
5. Joko Waluyo ( SMG ) dgn hasil tangkapan 23 ekor. Pattern : Charlie
6. Dionisius Hageng ( Kulonprogo ) dgn hasil tangkapan 21 ekor. Pattern : Charlie
7. Rumah Grafis Jogja ( JOG ) dgn hasil tangkapan 21 ekor. Pattern : Spoon
8. Nando Gondrong ( Lampung ) dgn hasil tangkapan 15 ekor. Pattern : Charlie
9. Anang Arisetiawan ( SMG ) dgn hasil tangkapan 13 ekor. Pattern : Gurgler
10. Anung Tea ( JOG / OSAKA - JAPAN ) dgn hasil tangkapan 13 ekor. Pattern : Spider

Salam Jaya Fly Fishing Indonesia.. Tight Lines.. !!!

(D. Hageng Nugroho/peserta 2nd Indoensia Fly Fishing Tournament) 

Juara 2nd Indonesian Fly Fishing Tournament berfoto bersama Panitia

Seluruh Peserta 2nd Indonesia Fly Fishing Tournament

Penulis dan 21 ekor ikan Ndolmo hasil tangkapannya.

the live report video by Anung Tea 

Jumat, 15 Februari 2013

INDONESIAN “NDOLMO” FLY FISHING TOURNAMENT DI KEDUNGOMBO : TURNAMEN FLY FISHING PERTAMA DI INDONESIA




SELURUH PESERTA INDONESIAN “NDOLMO” FLY FISHING TOURNAMENT DI KEDUNGOMBO

IKAN TARGET : NDOLMO - FIVE SPOTTED GENERAL

PARA JUARA DAN PANITIA INDONESIAN “NDOLMO” FLY FISHING TOURNAMENT


Perkembangan dunia fly fishing di Indonesia pada dua tahun terakhir ini cukup pesat, setelah di Jakarta dan kota-kota besar lainnya seperti Surabaya dan Medan, giliran di blok tengah yakni Yogyakarta, Solo dan Semarang dunia fly fishing mengalami perkembangan yang cukup menggembirakan. Apalagi didukung berkembangnya jejaring sosial facebook maka perkembangan fly fishing semakin pesat, mulai dari satu dua  pemancing mereport hasil pancingan dengan teknik fly fishing banyak pemancing yang kepingin mencoba teknik fly fishing tersebut.

Melihat perkembangan fly fishing yang begitu menggembirakan ini, beberapa pemancing Fly fishing dari Solo mengadakan semacam Turnament kecil dengan Tajuk " 1st Indonesian "Ndolmo/Five Spotted General Fly Fishing Tournament di Waduk Kedung Ombo  pada hari Minggu, 9 Desember 2012.

Menurut Ketua Panitia Lilik Tri P, acara turnamen fly fishing kecil-kecilan ini dimaksudkan untuk mengumpulkan, mengakrabkan dan menjalin persaudaraan antar fly fisher dari tiap-tiap daerah sehingga bisa semakin mengembangkan dunia fly fishing di Indonesia.

Ditambahkan, Dipilihnya tempat ini karena begitu besarnya populasi ikan Ndolmo (five spotted general) di waduk ini dan relatif rakus untuk menyambar umpan-umpan fly. Ikan Ndolmo ini adalah sejenis ikan siklid yang merupakan ikan pendatang yang populasinya sudah mengkawatirkan dan menguasai perairan seluruh waduk. Spot turnament fly fishing ditentukan disekitar tempat wisata pintu air Waduk Kedung Ombo untuk memudahkan koordinasi dan dekat warung makanan sehingga bagi yang ingin istirahat akan mudah karena tempat memancing sangat  panas.

Beberapa fly fisher yang ikut dari Kota Yogyakarta antara lain, Arif Novrizal, Aris Rumah Grafis, Anung Tea, Dhian Indriyanto, Cico Aji, Marshall, Wahyu Casper, Andi Gt Hunter, Fajar Setyawan. Selain itu hadir pula Inung Diansyah dan Arnaz Riva dari Magelang, Andi Wonosh Subiyantoro dari Madiun, Gesit SN dari Purworejo, Johan Andriyanto dari Wonosobo, Hera Beachboy, Yudhi Moonstruk, Wisnu Arie Pramudito, Re Astoro Hellsing dan Dionisius Hageng dari Wates Kulon Progo.

Sementara itu dari Kota Semarang hadir Joko Waluyo, Wilder Van, Louis Dady Michelle, Dwi Ari Saputra, Castman Ari, Latest Calvalier, Andi Bara Mania dan Aryanto Putra, sedangkan dari Solo hadir selaku panitia, Lilik Tri P, Zen Ahyar, Danny Saputra, dan Theodorus Ivan.

Jalannya acara :

Singkat cerita, pada Minggu Pagi 9 Desember 2012 seluruh peserta dari berbagai kota ditunggu di stasiun Balapan dan Stasiun Jebres di Solo dan kemudian berangkat bersama-sama menggunakan mobil yang disediakan panitia menuju lokasi yakni sekitar kawasan wisata Waduk Kedung Ombo. Sementara itu peserta dari Semarang langsung menuju ke spot di Waduk Kedungombo.

Sekitar pukul 09.00 seluruh rombongan fly fisher sampai di Kawasan wisata Pintu Air Waduk Kedung Ombo, Setelah itu diadakan briefing oleh Ketua Panitia Bpk Lilik Tri P dan selanjutnya diadakan acara fly fishing bersama, para pemancing fly bebas memilih lokasi, waktu memancing 3 jam mulai pukul 10.00 - 13.00 dengan target utama ikan siklid yang bernama Ndolmo atau Five Spotted General, ikan ini ikan pendatang yang sekarang menguasai perairan kedung ombo. Juara ditentukan bagi yang terbanyak memperoleh ikan dengan fly fishing.

Setelah waktu memancing habis pada pukul 13.00, seluruh peserta mengumpulkan hasil pancingan dan diperoleh hasil sebagai berikut Juara I : Dionisius Hageng  (Wates), Perolehan 8 ekor ikan, hadiah fly reel dan voucher belanja alat fly fishing di Tacklebox Adventures Indonesia senilai Rp 700 ribu. Juara II Arif Novrizal (Jogjakarta), Perolehan 6 ekor ikan, hadiah landing Net dari Gesit Rod dan voucher belanja alat fly fishing di Tacklebox Adventures Indonesia senilai Rp 500 ribu, Juara III  Inung Diansyah (Magelang) Perolehan 5 ekor ikan, hadiah timbangan digital dan voucher belanja alat fly fishing di Tacklebox Adventures Indonesia senilai Rp 300 ribu.

Ditemui seusai acara, salah seorang peserta Arif Novrizal mengatakan, sangat senang sekali bisa mengikuti turnamen fly fishing ini karena bisa bertemu dengan banyak teman penggemar fly fishing dari berbagai daerah, selain tukar pengalaman juga sebagai ajang untuk mengakrabkan diri dan menjalin kerjasama demi perkembangan fly fishing selanjutnya di Indonesia.

Sementara itu panitia lainnya, Theodorus Ivan mengucapkan banyak terimakasih kepada pihak2 yg telah membantu berlangsungnya 1st Indonesia “Ndolmo” Fly Fishing Tournament pada tanggal 9 Desember 2012 ini kepada para sponsor dan mitra kerja yakni Kararang Asri Fishing Valley, Tackle box adventure-Indonesia, Hendra Canno SSFC, Rumah Grafis Jogja, dan Danny Saputra dan Gesit Rod.

“Tak lupa kami jg mohon maaf sebesar-besar nya bila sebelum,selama dan sesudah acara ada kesalahanan dan kekurangan baik yang di sengaja maupun tidak disengaja. Kami jg berharap utk dapat bisa kembali bekerja sama di event-event mendatang dgn lebih baik lagi. Terimakasih, Tight Lines” tandasnya. (Hg)

I
I
I

*Terimakasih, sekedar informasi tentang perkembangan fly fishing di Indonesia khususnya blok tengah Jogja Jawa Tengah..*  Informasi ini juga telah dimuat di Tabloid Berita Mancing Januari 2013